Penyebab Gatal Pada Bekas Bekam Yang Pelu Diperhatikan

Meminimalisir gatal pada bekas bekam

Terapi bekam merupakan metode pengobatan yang sudah lama di praktekkan oleh manusia sejak zaman dahulu. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam juga sering menggunakan bekam untuk mengatasi berbagai keluhan dan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Meskipun merupakan metode pengobatan kuno dan sudah berusia ribuan tahun. Namun di era modern saat ini masih digunakan dan eksis ditengah masyarakat pada umumnya. Hal itu tak lepas dari manfaat terapi bekam yang bisa dirasakan dan metode ini sangat minim efek samping jika dilakukan dengan benar.

Salah satu efek negatif yang sering timbul setelah dibekam adalah adanya rasa gatal pada titik atau area bekas bekam. Namun sebenarnya rasa gatal pada bekas bekam bisa diminimalisir dengan cara melakukan proses pembekaman sesuai standar yang telah ditentukan.

Cara meminimalisir gatal pada bekas bekam

Gatal pada bekam bekam tentunya akan sangat menggangu bagi orang yang kita terapi. Untuk meminimalkan adanya rasa gatal pada bekas bekam, sebaiknya perhatikan beberapa hal yang bisa menjadi pemicu dan cara meminimalisir munculnya rasa gatal setelah dibekam, diantaranya adalah sebagai berikut.

Karena gelas bekam yang tidak steril

Gelas bekam steril minimalkan efek samping

Gelas bekam yang tidak steril bisa menjadi penyebab terjadinya gatal pada bekas bekam. Selain itu alat bekam yang tidak steril juga bisa menjadi media penularan penyakit dari satu orang ke orang lainnya yang menggunakan gelas bekam yang sama.

Cara minimal untuk mensterilkan alat bekam adalah dengan menggunakan alkohol. Namun jika gelas bekam sudah sering digunakan, sebaiknya lakukan langkah sterilisasi alat bekam dengan cara meredamnya dengan air panas dan dijemur di terik matahari. Hal itu fungsinya adalah untuk membunuh kuman, virus dan bakteri yang tak bisa mati oleh alkohol.

Karena kulit yang belum siap di bekam

Salah satu penyebab gatal pada bekam bekam adalah karena kulit yang belum siap untuk menerima tarikan dari gelas bekam. Oleh sebab itu sebelum melakukan proses pembekaman, lakukan proses pemijatan pada area tubuh yang berfungsi untuk merangsang kulit agar bisa beradaptasi ketika di bekam, karena sensitifitas kulit setiap orang berbeda-beda.

Proses adaptasi kulit sebelum proses pembekaman juga bisa dilakukan dengan melakukan bekam seluncur terlebih dulu. yakni dengan membaluri area yang akan dibekam dengan minyak urut atau minyak lainnya setelah itu lakukan penghisapan ringan pada kulit menggunakan gelas bekam kemudian tarik gelas bekam ketas kemudian kebawah atau dari kanan kekiri bergantian.

Setelah proses pemanasan sebelum bekam sudah dirasa cukup dan kulit sudah siap menerima penghisapan oleh gelas bekam, maka proses pembekaman baru boleh dilakukan.

Cara bekam yang benar

Namun yang perlu diperhatikan juga adalah proses penghisapan gelas bekam agar jangan dilakukan secara spontan dan terlalu kuat diawal proses pembekaman. Lakukan pemompaan secara bertahap agar kulit juga bisa beradaptasi dengan tarikan gelas bekam.

Karena masalah pada pasien

Jika sudah dipastikan alat bekam sudah steril dan proses pembekaman yang dilakukan sudah sesuai standar namun pasien masih merasakan gatal pada bekas bekam, kemungkinan masalah tersebut adalah dari diri pasien tersebut.

Bisa jadi orang yang anda bekam memiliki indikasi mengalami gula darah tinggi dengan logam berat. Selain itu, penyebab gatal juga bisa disebabkan oleh pasien yang memiliki riwayat alergi atau masalah gangguan kesehatan lainnya yang bisa menjadi pemicu munculnya gatal pada area bekas bekam.

Jadi sangat penting bagi terapis bekam untuk menjaga kesterilan alat bekam dan mengikuti prosedur pembekaman yang benar untuk meminimalisir efek samping yang ditimbulkan saat dan pasca terapi dilakukan.

Pada dasarnya jika dilakukan dengan baik dan benar, terapi bekam adalah metode pengobatan yang sangat minim efek samping dan justru sebaliknya, terapi ini memiliki segudang manfaat yang luarbiasa untuk kesehatan tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *