Pelajaran Dasar Pijat Refleksi Yang Wajib Anda Fahami

Diposting pada

Pelajaran dasar pijat refleksi

Refleksi atau Reflexology adalah salahsatu tehnik pengobatan alami yang menitikberatkan pada pemijatan daerah atau titik saraf tertentu yang memiliki hubungan secara langsung pada suatu organ, kelenjar dan bagian tubuh lainnya, dengan melakukan pemijatan pada titik saraf tertentu, dipercaya akan meningkatkan kinerja suatu organ dan kelenjar serta meningkatkan system imun sehingga mampu melakukan pengeluaran racun dan memperbaiki metabolisme tubuh dan mempercepat penyembuhan.

Pengobatan dengan system pijat refleksi telah digunakan oleh masyarakan tiongkok sejak ribuan tahun yang lalu, tehnik pengobatan ini juga telah sering diuji oleh ahli pengobatan modern dan terbukti mampu mengobati berbagai macam penyakit serta merupakan salahsatu terapi efektif untuk mempercepat penyembuhan penyakit.

Selain itu dengan melakukan terapi secara rutin akan meningkatkan system kekebalan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit, menjaga tubuh tetap prima, meningkatkan konsentrasi serta manfaat positif lainnya yang bisa anda nikmati.

Untuk melakukan pijat refleksi pada diri sendiri atau orang lain, ada pelajaran dasar pijat refleksi yang harus anda ketahui sebelum, ketika dan setelah melakukan terapi pemijatan sebagai berikut.

Persiapan Melakukan Pijat Refleksi

Berikut ini adalah hal-hal yang pelu diperhatikan saat melakukan pijat refleksi pada pasien

  • Sebelum melakukan pemijatan, pastikan diri anda dalam keadaan fit dan sehat
  • Fahami letak titik-titk refleksi yang akan anda pijit
  • Fahami juga fungsi titik refleksi sehingga anda bisa menentukan titik mana yang akan anda pijit
  • Gunakan minyak urut pada area yang akan di refleksi
  • Untuk pertama kali terapi, lakukan selama 3 hari berturut-turut
  • Setelah itu lakukan terapi setidaknya setiap 3 hari sekali
  • Lakukan pemijatan pada setiap titik refleksi selama 3 menit, jika penyakitnya agak parah bisa 5 menit
  • Jika pasien kesakitan saat dilakukan pemijatan, kurangi tekanan pemijatan pada daerah tersebut
  • Maksimal pemijatan pada satu titik refleksi pada sekali terapi adalah 3 kali setelah minimal 5 menit
  • Jangan melakukan pemijatan pada titik refleksi yang terluka
  • Untuk titik refleksi kelenjar dan organ dalam jangan memijatnya terlalu keras
  • Untuk saraf tulang seperti belikat, pinggang, punggung dan lainnya disarankan agak keras ketika memijitnya
  • Untuk pemijatan titik refleksi pada telapak kaki bisa menggunakan kayu yang telah di buat agak runcing

Proses Pemijatan pada Titik Refleksi

  • Usahakan pasien dalam posisi tidur atau duduk sambil bersandar
  • Pasien harus dalam keadaan rileks dan jangan terlalu tegang
  • Lakukan pemijatan pada titik-titik refleksi yang diperlukan saja, setiap penyakit memiliki titik pijat yang berbeda-beda, hal itu akan saya terangkan di artikel-artikel saya selanjutnya jadi ikuti terus ya…
  • Untuk pemijatan pada titik refleksi, anda bisa menggunakan jempol atau jari tangan yang lainnya. Juga bisa menggunakan bantuan stick kayu yang sudah dibuat agak runcing di ujungnya.
  • Pemijatan bisa dilakukan dengan melakukan penekanan pada titik refleksi secara konstan, dimulai dengan pemijatan perlahan dengan menambah tekanan. Jika pasien merasa terlalu kesakitan, kurangi tekanan pemijatan.
  • Ketika di pijat adakalanya pasien merasa kesakitan yang berlebihan, silahkan kurangi tekanan sambil terus dilakukan pemijatan
  • Anda bisa mengulangi pemijatan pada titik yang sama setelah minimal 5 menit
  • Untuk penyakit yang stadium sedang dan berat, anda bisa melakukan terapi refleksi sehari 3 sekali selama 3 hari berturut-turut setelah itu bisa berjangka setiap  hari sekali sampai pasien sembuh
  • Perbanyak minum air putih untuk pasien yang sudah selesai terapi

Reaksi Balik Setelah Melakukan Terapi Refleksi

Reaksi balik adalah suatu reaksi yang tak lazim setelah dilakukan terapi pengobatan pijat refleksi yang terjadi pada kasus penyakit tertentu. Hal itu berbeda dengan efek samping pengobatan, karena reaksi ini adalah bagian dari indikasi berhasilnya pengobatan yang dilakukan. Dan berikut ini beberpa reaksi balik yang sering terjadi pada pasien.

  • Terasa gatal pada titik refleksi setelah di pijat
  • Pembuluh darah yang menonjol, itu bukti peredaran darah yang mengalir lancar
  • Pada kausu sakit ginjal, setelah dilakukan terapi refleksi biasanya ketika kencing akan mengeluarkan air seni yang berwarna kecoklatan dan berbau tajam, hal itu disebabkan pengeluaran racun yang berhasil dilakukan.
  • Untuk Sakit Pinggang setelah dilakukan terapi pemijatan selama 3 hari berturut-turut, biasanya pasien akan merasakan sakit yang lebih pada pinggangnya. Hal itu merupakan indikasi berhasilnya pengobatan, lakukan terus pemijatan pada titik-titik refleksi pinggang agar bisa sembuh total.
  • Naiknya suhu badan setelah selesai pemijatan, hal itu wajar karena reaksi kelenjar setelah diterapi pada titik refleksinya
  • Ada bagian tubuh tertentu yang terasa sakit, biasanya disebabkan karena rintangan penghalang pada pembuluh darah yang berhasil di bersihkan sehingga peredaran darah menjadi lebih lancar
  • Dan reaksi tak biasa lainnya
  • Setelah pasien selesai diterapi, usahakan untuk banyak minum air putih minimal 2 gelas

Jika terjadi reaksi seperti yang saya sebutkan diatas atau jenis reaksi lainnya, anda tak perlu khawatir atau panik, karena itu adalah pertanda bagus dan bukti reaksi balik yang positif dan terus lakukan terapi hingga sembuh total. lamanya terapi yang diperlukan untuk setiap penyakit berbeda beda, ada yang hanya cukup 3 kali terapi sudah sembuh namun tak jarang pula yang membutuhkan belasan kali terapi untuk bisa sembuh. Dibutuhkan kesabaran serta tawakal dan banyak berdo’a semoga Alloh memberikan kesembuhan kepada kita.

Demikianlah sahabat sekalian artikel saya tentang dasar-dasar pijat refleksi yang wajib diketahui oleh orang yang akan melakukan terapi pengobatan dengan menggunakan tehnik pemijatan pada titik saraf refleksi. Fahami hal-hal tersebut agar anda bisa mengambil sikap jika terjadi hal-hal yang diluar kebiasaan setelah melakukan terapi refleksi.

(Visited 4.417 times, 48 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *